Postingan

Aufwiedersehen

Apa yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata 'pergi' dan 'meninggalkan'? Buat gue, gue gak suka pergi. Bukan gak suka jalan jalan, tapi gue lebih gak suka ninggalin sesuatu dimana gue sayang banget sama sesuatu itu. Sounds sugarcoating sih emang. Iya, sugarcoating, soalnya gue suka ngeluh gue pengen cepet cepet pergi dari tempat ini. Back then in September 2017, segirang itu gue bakalan ninggalin Indonesia. Frankly speaking, iya, gue kepengen banget rasanya tinggal sendirian. Hidup sendirian. Without rules on me, tanpa orang orang yang ngelarang gue buat ini itu. Bahkan di bandara aja gue udah deg degan girang gitu mau pergi. Emang dasarnya, gue masih mikir kalau ke Jerman gue buat jalan jalan despite kewajiban gue buat kuliah dan magang. Dan semua problematika pun dimulai saat itu juga, saat gue check in bahkan. Koper gue overweight. Gue bolak balik nelfon mama di luar yang nunggu di pintu dan ngeluh kalau koper gue overweight. Disitu papap udah bete, udah...

Perubahan

Halo, ternyata udah 5 bulan gue gak nulis. How are you, myself? Alhamdulillah I'm doing good. After all these struggles, ternyata gue masih dikasih kesempatan dan kekuatan buat bangkit lagi. Ternyata apa yang orang orang bilang tentang, "menjadi dewasa itu sulit" itu benar. Gue gak pernah ngalamin hal segini rumitnya selama 21 tahun gue hidup. Mungkin efek ngerantau juga. Pernah gak sih kalian ngalamin sesuatu perubahan yang drastis dari hidup kalian? Dan ya, gue lagi ngalamin itu sekarang. I was a cry baby back then. Yang manja, yang mau nya dingertiin mulu, yang suka gak mau nerima kenyataan. Tapi gue belajar dari itu semua, sampe kapan gue mau segitu kekanakan nya? Sampe kapan orang lain harus ngertiin gue meanwhile gue gak mau ngertiin mereka? Ini berlaku mau itu ke temen, saudara, bahkan sampai orang tua. Ngomongin soal struggles, hal yang paling signifikan banget adalah rasa 'Insecure' gue. Karena rasa insecure itu, self confidence atau rasa percaya di...

Terpuruk

Aku lemah Aku terjatuh Aku terpuruk Aku disini Meratapi dan menangisi kehidupan yang tragis ini Aku hanyalah seseorang yang lemah yang baru merasakan betapa kerasnya sebuah kehidupan Sendiri Dalam kegelapan Dipojokan kasur Menangis terisak-isak Hingga terlelap Hari ini ku tandakan sebagai hari terpuruk ku.

Rumit

Sering kali aku mendapat pertanyaan, "kamu kenapa mau jadi muslim?" "bukan nya di Islam aturan nya banyak banget ya?" "kok kamu mau sih masuk agama yang banyak aturan?" dan lain sebagainya. Mungkin buat kebanyakan orang, Islam tuh agama yang strict. Tapi bukan kah tiap agama punya aturan nya masing masing? Tergantung kita nya gimana? Buat ku, Islam itu gak serumit yang orang orang pikir. Di umur 20 tahun ku ini, aku memang belum banyak mendalami tentang ilmu agama ku sendiri. Aku terlahir sebagai muslim dan hanya menjalani apa yang orang tua suruh. Mulai dari hal kecil, memakai kerudung, itu berawal dari suruhan. Mengapa aku harus pakai kerudung? Belum lagi panas nya, keringetan, dan harus pakai baju yang tertutup. Bukan kah itu berat? Ya, itu berat. Belum lagi komitmen sama Allah Swt., menjalankan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah Swt., dan menjauhi laranganNya. Bersikap sebagai muslimah sewajarnya. Menurut ku, itu bukan hal yang mudah. Tapi bukan berart...

Dialog Hujan

Andai aku bisa berdialog dengan sang hujan, akan ku tanyakan padanya Mengapa engkau turun di waktu senja? Rintik mu membasahi pipiku, yang semakin lama semakin deras Ku usap lembut pipiku sambil bertanya Apakah engkau pengganti air mata ini yang semakin lama semakin mengering? Andai aku bisa berdialog dengan sang hujan, akan ku tanyakan padanya Mau kah kamu mengiringi dan menemani langkah kecil ku menuju rumah? 19 Desember 2017 Firlita Alayya Adzani

Imajinasi

Aku bersembunyi di balik selimut Aku bersembunyi di balik tembok Aku bersembunyi di balik keramaian Menatap engkau dari kejauhan Menatap indah nya parasmu Semakin ku melihat mu, semakin ku tenggelam dalam imajinasi Semakin lama ku menatap mu, semakin lebar senyum di bibir ku Hati ini tidak berhenti berdebar Apakah engkau alasan dibalik senyum ku?

Keajaiban

Kalian suka menunggu gak? Kalau aku pribadi, menunggu itu ada 2 kategori. Yang pertama nunggu gojek dateng sambil dengerin lagu pake headset, yang kedua nunggu kepastian dari Allah Swt. Kalau nunggu gojek, kita bisa mantau dari GPS,  si mamang gojek nya udah sampe mana. Kalau mamang nya nyasar? Bisa di chat atau telfon. Bagaimana hal nya dengan nunggu kepastian dari Tuhan sendiri? Gak ada yang bisa mantau, gak bisa di sms, whatsapp, line, atau pun telfon. Video call apa lagi. Tapi justru, nunggu sesuatu yang gak bisa pantau itu lah yang menurut ku sesuatu yang bisa disebut magical . Bukan magic ala ala pesulap ya, magic yang ini beda. Kalian pasti pernah dong berdoa, minta pertolongan Allah, minta sesuatu dari Allah yang jangka waktu diwujudkan nya pendek. Maksud ku, doa hari ini pengennya besok dikabulin. Gak mungkin gak pernah, karena aku juga pernah. Doa itu gak salah, minta sesuatu dari Allah itu gak salah. Karena kalau bukan dari Dia, mau dari siapa lagi? Aku seorang muslim ...