Postingan

Kecewa

Apa yang telintas dipikiran mu ketika mendengar kata 'sahabat'? Bisa dibilang, ia adalah seseorang yang sudah kenal lama dengan mu dan yang paling mengerti baik dan buruk nya dirimu. Pernah gak kalian merasa gak cocok ngobrol dengan orang lain karena kita nya sudah terlalu akrab dengan sahabat sendiri? Aku sempat di posisi itu. 'Sempat'? Lalu sekarang udah gak? Entah bisa dibilang masih atau tidak, aku merasa aneh dengan diri ini. Aku yang berubah, atau mereka yang berubah? We aren't longer talk to each other like we used to. Hanging out together like when we were young. Mungkin aku disini gak nge- highlight kalau kita udah kuliah. And we almost finished our study and we are so busy with our own business. Karena aku mau numpahin apa yang aku rasain, mungkin akan terlihat sangat egois. Well, this is it. I'm being nice to everyone because I actually am a shitty ignorant person. I always am trying to respond to every chat that my 'best friend...

What Can I Do?

Have you ever mad to yourself? Have you ever disappointed with yourself? Have you ever cried because of yourself? What will you do? Whan can I do?

Menjadi Nyata

Aku pernah mengeluh soal ujian lisan, atau biasa disebut kompre, dan biasa disebut oleh kampus ku dengan sebutan OFSE pada tanggal 23 Januari 2019 kemarin. Di tengah malam, aku mengeluh dan mencurahkan semua isi kepala ku yang sempat sakit pada waktu itu pada notes  di hp ku. Pada waktu itu, aku sedang dikelilingi oleh suasa yang amat tertekan. Aku dikelilingin oleh ketakutan ku sendiri. Overthinking, negative thinking , semua mengontrol diriku. Apa yang ku takutkan? Sebuah kegagalan. Kegagalan yang efek nya akan menyebar bukan hanya dalam diri ku sendiri, tapi kepada keluarga dan kampus ku. 11 Febuari 2019 adalah hari pengumuman kelulusan OFSE ku. Dan hasilnya? Nihil. Aku dinyatakan tidak lulus ujian lisan karena aku gagal di satu mata kuliah, Kimia Organik. Tangan ku gemeteran sambil memegang hp ku sendiri. Aku mencoba me- refresh safari di hp ku namun tulisan 'FAILED' berwarna merah itu tidak kunjung hilang. Apa ini benar? Atau aku yang salah lihat? Tanpa berpikir panj...

Takut

Tulisan ini dibuat pada tanggal 23 Januari 2019 jam 00:37. Di tengah malam ini, aku duduk di pojokan kamar sambil menundukkan kepala dan menangis. Menangis akan takutnya diri ini menghadapi sebuah realita menyeramkan di depan matanya. Aku sangat takut dengan ujian. Terlebihnya, aku tidak akan bisa melanjutkan skripsi jika aku tidak lulus ujian tersebut. Menyeramkan, bukan? Pikiranku memantul jauh sekali hingga kepala ini terasa sakit. Kalau aku begini, bagaimana dengan orang tua ku? Kalau aku begitu, bagaimana dengan kuliah ku? Pertanyaan itu kerap menghantui pikiran ku. Dari sekian banyak pikiran yang memantul, aku tertuju pada satu kalimat yang merangkum semua pikiran ku. Aku takut gak lulus kompre, lalu gak bisa skripsian, dan akhirnya mengecewakan orang tua ku karena aku gak bisa wisuda tahun ini. Tragis, ya? Ketika ketakutan mu bisa memakan dan membunuh mu saat itu juga. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Untuk  husnudzon sedikit pun aku tidak bisa. Aku takut den...

Akhirnya

Wah, terakhir gue nulis kapan ya? Oktober 2018 kemarin dan sekarang udah Januari 2019 aja? Waktu secepat itu jalan nya sampe kadang gue gemeteran sendiri karena makin deket skripsian, makin deket sidang, makin deket gue nyelesain S1 ini. Kadang gue juga gak nyadar kalau tahun ini gue 22 tahun, bukan 20 lagi, bukan 17 lagi, intinya bukan anak anak. Kalau gue ngaca pun gue masih ngerasa bocah banget, apalagi dari sifat gue. Dan proses pendewasaan diri itu benar adanya. Well, I barely passed my 7th semester. At least I reached GPA of 3 although the point behind 3 is so small. Thank God, I passed that hell. Semester 7 gue kemarin banyak banget drama. Dari yang sedih banget sampe bikin gue ngedown berhari-hari, sampe yang bikin bahagia berhari-hari. Di awal semester, gue nanya sama diri gue sendiri, "Will I survive?"  dan jawabannya "yes."  Gue bisa ngelewatin itu semua. Selama 3 bulan di semester 7 kemarin, gue bener bener kayak robot. Gak bisa napas karena tugas ga...

Unfair

How come life be so unfair? When people around me are so happy meanwhile, I'm not? How come life be so unfair? When there are a lot of smar people around me, yet I'm the only one who's stupid? How come life be so unfair? When they got what they want, meanwhile I don't? How come life be so unfair? When people do have skills, and I don't? How come life be so unfair? When people around me are good looking, and I'm not? How come life be so unfair? When smart, good looking people, have a lot of friends. And yes, I don't. How come life be so unfair? When they have their partner, but here I am standing alone? How come? Life must be unfair.

I struggled, a lot.

Saturday, October 6th 2018. 07:45 AM I sided the curtain of my window, then effortlessly opened up both of my crack windows. A fresh air and a small sun shines came into my room. Breathed in, breathed out. I tried to calm myself down from last night, yeah, I cried again. With the same reason. A thesis. I asked myself, why I'm so freaking stupid. I couldn't think that much. I couldn't think out of the box. How can I solve all these problems which are messed up. Until the thesis proposal project came. I exploded. I looked at my friends, compared to them, which is wrong. I mean, myself, and what I did is wrong. It was triggering me a lot. How can people did it so easily meanwhile I'm struggling a lot? Am not capable of anything?