Postingan

Be You.

Berjuang sendirian itu... sungguh melelahkan, bukan? Menjalani mimpi yang berbeda satu sama lain pun juga melelahkan, bahkan lebih tepatnya itu memaksakan diri. Mengubah seseorang, menyamakan mimpi, juga bukan lah hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus dikorbankan. Tapi, kalau harus gue terus yang berkorban gimana gue menjalankan hari-hari? I was crying out loud, thinking where should we go. We went straight but we don't know when will we arrived. Jalan... jalan... tapi ga tau sampai mana. Gue sempet berpikir ini semua sia-sia, tapi mungkin gue terlalu jahat buat mikir hal kayak gitu. Tell me that I'm a person with full of ambition, karena gue emang kayak gitu. Gue punya sesuatu yang harus dicapai, gue akan eager  buat dapetin hal itu. I choose to cut off some people who doesn't have the same energy as mine cause sampai kapan pun, we won't ever match. I stand alone, I can stand up alone. Gue bisa bangkit lagi walaupun harus sendiri but at least, gue harus sayang sama

Lo ada, karena Dia ada.

Hello, my 2021 version of myself. How's life? Life is amazing indeed. You may smile now but also cry tomorrow. Sedikit throwback yuk, kayaknya kita udah lama ga cerita. Dimulai dari mana ya? Oke kita tarik undur dua tahun yang lalu. Hi, my 2019 version of myself. Januari tahun ini, lo gagal ngelewatin satu ujian kuliah yang sangat berharga. Gimana rasanya? It was sucks, wasn't it? Waktu itu lo jatoh, lemah, bener-bener ga kuat buat bangun. Bahkan di pertengahan bulan April lo sempet kecelakaan di mana kepala lo bocor, jalan aja ga kuat. Lo sempet berpikir buat menyudahkan kehidupan tapi ternyata lo keren masih bisa berpikir jernih. Lo masih punya cita-cita yang harus dikejar. Mental lo bener-bener diuji di tahun ini. Lo harus laluin semua sendiri, karena semangat dari orang hanyalah sekadar ucapan belaka, yang harus ngelewatin medan perang tetep lo sendiri. Enam bulan berlalu, kepala lo juga udah pulih. Ujian yang sempet gagal pun akhirnya lo bisa lo lewati, dengan nilai yang y

Sebuah Perjalanan

Aku mungkin merasakaan sesuatu yang berbeda dengan teman teman ku. Bukan  merasa spesial, tetapi memang aku berbeda. Berbeda dalam artian jalan ku untuk menempuh hidup tidak seperti orang lain. Jalan ku untuk mendapatkan gelar tidak semulus orang lain. 4 tahun kuliah? Buat mereka iya, namun tidak untuk ku. Selama hampir 22 tahun hidup, aku merasakan jatuh terus dalam hidup ku. Dari SMA, hingga detik ini. 7 tahun yang lalu, 2012, aku gagal masuk SMA Negeri favorit di Tangerang Selatan dan berakhir di SMA swasta. 3 tahun yang lalu, 2016, aku nyaris gagal untuk pergi ke Jerman bareng angkatan karena gagal di nilai Fisika, dimana Fisika adalah mata kuliah wajib dan syarat untuk pergi ke Jerman. Alhamdulillah aku berhasil memperbaiki nya dan berangkat ke Jerman di tahun 2017. Apa di Jerman aku berhasil? Tidak. Di Jerman aku mengalami kegagalan terbesar dalam hidup ku. Pertemanan, studi, semua hancur karena sikap kekanak-kanakan ku. IPK hancur, kehidupan ku hampir hancur, aku h

I'm not a doll

On one night, I was wondering. I am so tired to live like this. So tired of people who keep pushed and rushed on everything that I do. Sometimes, I envy other people. They enjoying life. They live their own life. They chose their own choices and do it freely. They can express everything about their life. I sat on the corner of my room and yes, it is only happening in the movie. Or on other people. And absolutely not me. Keep "wow"-ing other people but actually I'm the miserable one. I'm tired and I only need space. I need time for myself to arrange my own life. I almost 22 this year, isn't that time to arrange everything on my own? I'm not a doll, and I have a life to live on. Don't force me. Let me live my own life. Let me create and sketch my post-graduate life. I can't always be my parent's doll. Well, after all, I'm a human, not a doll.

Kecewa

Apa yang telintas dipikiran mu ketika mendengar kata 'sahabat'? Bisa dibilang, ia adalah seseorang yang sudah kenal lama dengan mu dan yang paling mengerti baik dan buruk nya dirimu. Pernah gak kalian merasa gak cocok ngobrol dengan orang lain karena kita nya sudah terlalu akrab dengan sahabat sendiri? Aku sempat di posisi itu. 'Sempat'? Lalu sekarang udah gak? Entah bisa dibilang masih atau tidak, aku merasa aneh dengan diri ini. Aku yang berubah, atau mereka yang berubah? We aren't longer talk to each other like we used to. Hanging out together like when we were young. Mungkin aku disini gak nge- highlight kalau kita udah kuliah. And we almost finished our study and we are so busy with our own business. Karena aku mau numpahin apa yang aku rasain, mungkin akan terlihat sangat egois. Well, this is it. I'm being nice to everyone because I actually am a shitty ignorant person. I always am trying to respond to every chat that my 'best friend

What Can I Do?

Have you ever mad to yourself? Have you ever disappointed with yourself? Have you ever cried because of yourself? What will you do? Whan can I do?

Menjadi Nyata

Aku pernah mengeluh soal ujian lisan, atau biasa disebut kompre, dan biasa disebut oleh kampus ku dengan sebutan OFSE pada tanggal 23 Januari 2019 kemarin. Di tengah malam, aku mengeluh dan mencurahkan semua isi kepala ku yang sempat sakit pada waktu itu pada notes  di hp ku. Pada waktu itu, aku sedang dikelilingi oleh suasa yang amat tertekan. Aku dikelilingin oleh ketakutan ku sendiri. Overthinking, negative thinking , semua mengontrol diriku. Apa yang ku takutkan? Sebuah kegagalan. Kegagalan yang efek nya akan menyebar bukan hanya dalam diri ku sendiri, tapi kepada keluarga dan kampus ku. 11 Febuari 2019 adalah hari pengumuman kelulusan OFSE ku. Dan hasilnya? Nihil. Aku dinyatakan tidak lulus ujian lisan karena aku gagal di satu mata kuliah, Kimia Organik. Tangan ku gemeteran sambil memegang hp ku sendiri. Aku mencoba me- refresh safari di hp ku namun tulisan 'FAILED' berwarna merah itu tidak kunjung hilang. Apa ini benar? Atau aku yang salah lihat? Tanpa berpikir panj